Kolaborasi Internal PMM (1); Internalisasi Manajemen Kinerja

Bertempat di ruang rapat Biro Layanan Pengadaan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,  Kamis (25/1/2018) seluruh pegawai BLP mengikuti kolaborasi internal Program Maturity Management (PMM) untuk materi konsep manajemen kinerja. Program pelatihan kerjasama MCAI dengan LKPP dan Pemprov Bangka Belitung ini merupakan tindaklanjut dari pelatihan keahlian pengadaan barang dan jasa  yang diselenggaran secara periodik (tingkat basic, intermediate dan advance) pada tahun 2017.

“Kolaborasi internal ini bertujuan untuk memperkuat materi-materi pelatihan PBJ yang didapat peserta pada pelatihan sebelumnya dan juga mensosialisasikannya kepada seluruh pegawai BLP” jelas Remi Aryanto, S.Pi, Kepala Bagian Layanan pengadaan. Pertemuan tersebut menurutnya sangat penting untuk mendorong ULP secara kelembagaan sebagai center of excellent serta meningkatkan kapasitas pengelola PBJ di lingkup  Biro Layanan Pengadaan.

Materi pertama dalam kolaborasi internal ini adalah konsep manajemen kinerja. Beny Sutioko, ST., MM selaku pemateri meyampaikan tujuan dari pembelajaran ini adalah memahami kosep manajemen kinerja dalam mencipatakan nilai tambah bagi pengadaan barang/jasa. “Kita berharap pada level innovative, praktek pengelolaan kinerja pengadaan telah terinternalisasi sehingga budaya kinerja telah tercipta di dalam fungsi pengadaan”, jelasnya.

Beny menambahkan alasan mengelola kinerja antara lain untuk menyelaraskan sumber daya PBJ dan strategi organisasi serta membangun orientasi bekerja. “Strategi organisasi harus selaras dengan kegiatan operasional termasuk  mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya masalah terkait kinerja dan membuat prioritas solusi penyelesainnya”, ungkapnya.

Terkait dengan orientasi dalam bekerja difokuskan untuk mendorong pergeseran paradigam menuju PBJ yang berorientasi pelanggan. Kemudian membantu mengembangkan hubungan yang lebih baik antara pelanggan, penyedia dan fungsi-fungsi lain dalam organisasi. “ Dengan mengelola kinerja kita dapat mengidentifikasi prestasi kerja para pihak serta memberikan motivasi untuk berprestasi”, tambahnya.

Mustofa, ST., peserta yang hadir dalam kolaborasi internal ini memberikan pandangan bahwa manajemen kinerja ini memerlukan dukungan sistem dan lingkungan kerja yang kondusif. “Konsep kinerja sangat membantu dalan mengelola kinerja, tinggal bagaimana menyiapkan tim work yang kuat untuk merealisasikannya termasuk dalam hal pelaporan”, ungkapnya.

Kegiatan kolaborasi internal yang dimoderatori oleh Risdiani, ST ini akan terus dilaksanakan termasuk kelanjutan pendalaman manajemen kinerja seperti prinsip-prinsip dan aplikasi manajemen kinerja, indikator dan penerapannya serta penentuan baseline dan cara mencapai target yang sudah ditetapkan.

Sumber: 
Biro Layanan Pengadaan Setda. Prov. Kep. Bangka Belitung
Penulis: 
Edi Setiawan, SP., M.Si

Berita